Kena Kanker Kulit Akibat Tahi Lalat ?

Hati Hati Tahi Lalat , Ciri Kanker Kulit !



Tahi lalat merupakan bintik kecil hitam kecokelatan yang berada di permukaan kulit. Tahi lalat alias melanocytic naevi dibentuk oleh sel-sel melanocytes (penghasil pigmen kulit). Tahi lalat mempunyai bentuk yang bermacam-macam. Mulai dari datar, menonjol, halus, keras, bahkan mempunyai rambut.

Tahi lalat bisa menjadi pemanis semacam yang dimiliki oleh Nikita Mirzani. Tapi, tahi lalat juga bisa dianggap menggangu penampilan. Oleh sebab itu, tidak jarang orang menyembunyikan tahi lalat, baik dengan make-up maupun operasi.


Tahi lalat bisa timbul sejak lahir. Tetapi tahi lalat paling tidak jarang timbul seusai seseorang berumur 30 tahun. Orang yang mempunyai kulit cerah cenderung mempunyai tahi lalat lebih  dibandingkan orang dengan kulit yang berwarna lebih gelap.
Tahi lalat juga bisa timbul sebab pengaruh lingkungan. Umpamanya, Kamu bakal mempunyai banyak tahi lalat kecil-kecil bila tidak pernah terkena paparan sinar matahari.
Tahukah Anda? Jumlah tahi lalat bisa bertambah alias bertidak lebih. Artinya, tahi lalat bisa timbul dan hilang kapan saja. Penyebab hilangnya tahi lalat merupakan perubahan hormon di masa remaja (pertambahan tahi lalat), usia lanjut (tahi lalat menghilang biasanya di usia 40 – 50 tahun), bahkan selagi kehamilan (warna tahi lalat menjadi lebih gelap).

Nah, berikut ini berbagai tipe tahi lalat yang tergolong langka :

1.Halo naevi: Tahi lalat yang dikelilingi lingkaran putih semacam cincin di mana kulitnya kehilangan warna.
2.Clark naevi: Bentuk tahi lalat ini tidak bulat dan cenderung tidak beraturan, ukurannya lebih besar daripada tahi lalat biasa dengan warna yang lebih bervariasi, bisa berbentuk rata alias menonjol.
3. Blue naevi: Tahi lalat berwarna biru tua.
 Tidak sedikit tahi lalat tidak berbahaya  bagi pemiliknya. Tetapi,  tahi lalat yang terlalu besar alias menonjol bisa membikin seseorang tidak percaya diri. Kamu bisa menghapusnya dengan operasi di mana dokter bakal mengikis tahi lalat yang menonjol supaya rata dengan kulit dan bekas lukanya dipanaskan (cauterisation).

Meski sekilas tampak tidak berbahaya, Kamu juga wajib tidak jarang memeriksa bila ada pertumbuhan tahi lalat baru. Pasalnya, tahi lalat sewajibnya tidak tumbuh lagi seusai melalui masa remaja.

Nah, berikut ini merupakan berbagai tipe tahi lalat yang abnormal dan mesti diwaspadai:


Tahi lalat dengan warna tidak rata sebab tahi lalat yang normal hanya mempunyai satu alias dua warna. 
 Tahi lalat dengan permukaan tidak rata sebab tahi lalat yang normal bakal berbentuk bulat alias oval dengan pinggiran yang rata.
 Timbul pendarahan, rasa gatal, kemerahan, pembengkakan, sampai tahi lalat yang kasar.
 Tahi lalat yang makin membesar sebab tahi lalat yang normal tidak bakal berkapasitas lebih besar dari bulatan pensil.
Tahi lalat yang abnormal ini bisa timbul di tahap manapun di tubuh, tapi paling tidak sedikit tumbuh pada punggung, kaki, lengan, dan wajah. Apabila gejala tahi lalat abnormal terjadi pada Anda, segera periksakan diri ke dokter sebab Kamu mungkin berisiko terkena melanoma.
Melanoma merupakan kanker kulit yang ganas. Melanoma bisa dikenali lewat bintik tahi lalat gelap yang tumbuh dengan cepat dan bisa berubah ukuran, bentuk, warna, sampai terasa gatal dan mengeluarkan darah.

Melanoma bisa dihilangkan melalui operasi yang kesuksesannya tergantung pada deteksi dini melanoma. Nah, tutorial mencegah melanoma merupakan menghindari paparan sinar matahari alias sinar ultra violet, terutama dari pukul 11 pagi sampai pukul 3 sore. Kamu pun sebaiknya menggunakan pakaian yang menutupi kulit, payung, topi lebar, dan kacamata hitam bila beraktivitas. Lalu, gunakan tabir surya alias sun block (minimal SPF 15). (PA)

Sumber : dr. Rahajeng A.P
Latest
Previous
Next Post »