Kisah Naas Seorang Ibu Yang Meninggal Demi Sepucuk Sayur
Postingan ini mencertikan tentang sebuah keluarga miskin yang kehidupannya sangat sulit. Sang ayah yang bekerja hanya sebagai buruh memiliki seorang istri yang setiap harinya harus memetik sayur ke gunung ditemani oleh putri tertuanya. Rumah mereka di jaga oleh putra mereka yang mengidap asma akut dan putri mereka yang masih sangat kecil. Kondisi ekonomi mereka sangat memprihatinkan , yang mengharuskan sang adikmenangis untuk menahan lapar setiap harinya.
Suatu hari adik berkata kepada kakaknya : "kak aku lapar nih , kakak bisa tidak menggoreng sebutir telur untukku ?"
Ketika perempuan kecil ini berulang tahun , ibunya menggorengkan telur untuknya. Dan ia selalu mengingat ingat wangi dari telur goreng. Hingga sampai saat ini semnejak ulang tahunnya keluarga mereka tidak menggoreng telur , karena setiap ayam mereka bertelur si ibu selalu menukarkan telurnya dengan barang kebutuhan hidup mereka. Tidak hanya itu 1 kg telur bisa ditukarkan dengan 1 kupon yang senilai dengan 500 gr beras. Akhirnya sang ibu berhasil mengumpulan 5 buah kupon , rencananya ketika sudah mencapai 10 kupon akan di gunakan untuk pengobatan asma anaknya.
Si kakak yang melihat adiknya kelaparan langsung mencari ke plosok rumah mereka , tetapi belum juga menemukan telur terdengar teriakan dan tangisan histeris yang berasal dari adiknya yang lain.
"kak , cepat panggil bapak pulang !! ibuk terjatuh saat memetik sayur !"
Sang Kakak yang mendengar hal itu sangat bersedih dan panik. Para tentangga yang mengetahui peristiwa tersebut langsung memanggil dan mengabari bapak mereka mengenai hal yang terjadi pada istrinya. Ironisnya sang ayah menemukan istri tercintanya dalam keadaan sudah tak bernyawa. Karena kesedihan dan keterbatasan dana yang dimiliki , ia memutuskan untuk menguburkan istrinya pada hari itu juga dengan mengenakan pakaian pengantin berupa kebaya yang ia miliki.
Tanpa upacara pemakaman ibu mereka langsung di kubur. Tetapi 2 hari setelah istinya dikubur sang ayah teingat pada kupon sembako yang selama ini disimpan oleh istrinya. Lalu putri kecil mereka mengatakan bahwa " pak , ibu selama ini menyimpan kupon sembako di dalam baju pengantin yang ibu kenakan ketika meninggal"
Sang ayah yang masih dalam kesedihan yang mendalam akhirnya memtuskan untuk membuka kuburan istir tercintanya untuk mencari kupon-kupon tersebut. Para tetangga yang peduli padanya gotong royong membantu untuk menggali kuburan tersebut. Ketika melakukan penggalian , salah satu dari mereka mendadak berhenti dan melihat suatu pandangan yang aneh. Mereka menemukan sekuntum bunga yang mekar di atas peti tempat sang ibu dikubur. Bunga ini cukup aneh bagi mereka karena mereka belum pernah melihat bunga yang berwarna ungu kehitam-hitaman seperti itu.
Akhirnya sang ayah memutuskan untuk melihat hal tersebut dan meniup tanah yang menutupi bunga tersebut, lalu ia kaget tidak karuan karena mendapati bawha bunga ynag mereka lihat adalah jari tangan. Ketika mereka menggalinya lebuh dalam , kelihatan tangan yang menggenggam kupon sembako yang mereka cari. Darah yang mengalir dari tangan tersebut menyebabkan kupon yang tadinya berwarna cerah menajadi merah hitam kegelapan.
Sang ayah yang ingin mengembalikan tangan istrinya kedalam peti mati mulai membuka peti tersebut dan anehnya istrinya tidak berada dalam posisi tidur , tetapi berada dalam posisi terduduk dengan kepala yang menengadah keatas , matanya yang memandang ke langit di saat - saat terakhirnya. Ketika mereka melihat dan menyadari hal ini , mereka menangis , memecah kesunyian dengan kesedihan yang mendalam.
source : cerpen.co.id
Sign up here with your email


2 komentar
Write komentarkasihan ya ibunya, semoga di berikan yang terbaik, aamiin.
Replyeh ada admin Bola Sportek :D , thanks kunjungannya om :D
Replyammiin yaa rabbal'alamiin
ConversionConversion EmoticonEmoticon